1. Aerasi Akuarium. 2. Pergantian Air Secara Rutin. 3. Menggunakan Baking Soda atau Bahan Kimia. 4. Ganti Substrat. 5. Batu Karang. 6. Kapur Dolomit dan Bordo. 7. Meletakkan Ganggang atau Tumbuhan. 8. Menambah Basa. 9. Melewatkan Air ke Jenis Mineral. 10. Menggunakan Proses Elektrokoagulasi. 1. Aerasi Akuarium. Amonia merupakan senyawa kimia bersifat racun yang dapat masuk kapan saja dalam akuarium. Timbulnya amonia pada akuarium biasanya disebabkan oleh kondisi air yang tidak baik, hal ini biasanya dipicu dari kotoran ikan dan juga endapan pakan yang tak termakan. Sumber: pertanianku.com Jika amonia sudah terlanjur ada pada akuarium anda, maka tidak ada cara lain selain menurunkan kadar amonia tersebut. Ini untuk membuang air yang bau tsb. Baca juga: - Cara menaikkan pH air. - Cara menurunkan pH air. - Lampu UV dinyalakan selama jam kerja. Jika penjualan harian sudah diatas 60 galon maka UV boleh dihidupkan terus menerus selama jam buka depot. Jadi misalnya depot buka jam 08.00 - jam 20.00 maka selama jam itulah UV boleh tetap dinyalakan. Soda segar hanya membutuhkan 20ml per 10L air akuarium, yang akan memberikan 10mg/L CO2 di akuarium. Cukup menambahkan soda di pagi hari bersama dengan pupuk. Setelah berdiri, soda dapat ditambahkan dalam jumlah besar, karena karbon dioksida terkikis. Kira-kira 1 liter soda cukup untuk akuarium 10-20L selama sebulan. 1. Gunakan tawas. Tawas merupakan cara menurunkan pH air yang paling banyak digunakan oleh masyarakat, baik untuk menurunkan pH air di kolam renang maupun di tambak ikan. Bahkan, tidak jarang juga tawas digunakan sebagai cara menurunkan pH air minum. Tawas (Al2 (SO4)3) mampu membantu proses pengendapan dan dapat dengan cepat menurunkan pH air. AKrs.

cara menurunkan ph air akuarium